Diplomasi Sains dan Teknologi Indonesia Jadi Fokus Utama

Diplomasi Sains dan Teknologi Indonesia: 5 Langkah Strategis Perkuat Kerja Sama dengan Australia

Dalam upaya memperkuat hubungan antarnegara, Diplomasi Sains dan Teknologi Indonesia menjadi salah satu instrumen utama yang kini digalakkan oleh pemerintah. Melalui pendekatan strategis, Indonesia terus memperdalam kolaborasi di bidang ilmu pengetahuan dan teknologi dengan berbagai negara mitra, termasuk Australia.

Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia dan lembaga-lembaga riset nasional telah meluncurkan berbagai program kolaboratif yang bertujuan meningkatkan kapasitas nasional, pertukaran pengetahuan, dan transfer teknologi. Kerja sama ini tidak hanya berfokus pada riset akademis, tetapi juga mencakup inovasi di sektor energi terbarukan, kesehatan, dan teknologi digital.

Menteri Pendidikan Sains dan Teknologi Brian Yuliarto setelah mengikuti rapat terbatas dengan Presiden Prabowo Subianto di Komplek Istana Kepresidenan, Jakarta, 24 Juni 2025. Tempo/Imam Sukamto


1. Prioritas Baru: Diplomasi Sains dan Teknologi Indonesia

Dalam beberapa tahun terakhir, Diplomasi Sains dan Teknologi Indonesia diposisikan sebagai bagian integral dari kebijakan luar negeri. Pemerintah menyadari bahwa kolaborasi internasional dalam penelitian dan inovasi memainkan peran penting dalam menghadapi tantangan global seperti perubahan iklim, pandemi, dan ketahanan pangan.

Australia dipilih sebagai mitra strategis karena memiliki ekosistem riset yang kuat dan kemitraan yang sudah terjalin lama. Kedua negara juga memiliki kepentingan yang sama dalam pengembangan teknologi rendah karbon, sains lingkungan, serta kesehatan masyarakat.


2. Lima Langkah Strategis Perkuat Diplomasi Sains dan Teknologi Indonesia

Pemerintah Indonesia telah mengidentifikasi lima langkah utama untuk memperkuat diplomasi sains dan teknologi Indonesia dengan Australia:

  • Peningkatan Pertukaran Akademisi dan Peneliti
    Melalui program beasiswa dan kolaborasi riset lintas universitas, peneliti Indonesia dapat mengakses fasilitas dan jaringan riset di Australia.

  • Pembangunan Pusat Riset Bersama
    Pendirian pusat riset bersama di bidang perubahan iklim dan teknologi pangan menjadi bukti konkret komitmen kedua negara.

  • Transfer Teknologi dan Inovasi
    Teknologi yang dikembangkan di Australia diadaptasi untuk digunakan di Indonesia, seperti sistem irigasi pintar dan teknologi deteksi dini penyakit menular.

  • Keterlibatan Sektor Swasta dan Industri
    Kolaborasi juga menyasar perusahaan teknologi dan startup untuk mempercepat hilirisasi hasil riset.

  • Dialog Kebijakan dan Forum Sains Bilateral
    Pembentukan forum ilmiah tahunan yang mempertemukan pembuat kebijakan, ilmuwan, dan industri dari kedua negara.


3. Manfaat Langsung bagi Indonesia dari Diplomasi Sains dan Teknologi

Melalui penguatan diplomasi sains dan teknologi Indonesia, berbagai manfaat langsung dapat dirasakan:

  • Akses terhadap teknologi mutakhir, yang mendukung pengembangan sektor strategis nasional.

  • Peningkatan kualitas pendidikan tinggi dan riset, melalui sinergi antaruniversitas.

  • Peningkatan daya saing inovasi nasional, melalui kerja sama paten dan publikasi bersama.

  • Dukungan terhadap agenda pembangunan berkelanjutan, khususnya dalam bidang kesehatan dan energi bersih.


4. Tantangan dan Harapan ke Depan

Meski kerja sama ini menjanjikan, Diplomasi Sains dan Teknologi Indonesia tetap menghadapi beberapa tantangan seperti kesenjangan infrastruktur riset, perbedaan regulasi, dan keterbatasan dana riset.

Namun, melalui pendekatan diplomatik yang lebih proaktif dan inklusif, serta dukungan dari lembaga pendidikan dan sektor swasta, diharapkan Indonesia dapat memanfaatkan kerja sama ini secara optimal. Pemerintah juga terus mendorong agar para peneliti muda lebih terlibat dalam program internasional.


5. Kolaborasi Bilateral Jadi Model untuk Kawasan Asia Pasifik

Keberhasilan kerja sama diplomasi sains dan teknologi Indonesia dengan Australia bisa menjadi contoh bagi hubungan bilateral lainnya di kawasan Asia Pasifik. Inisiatif ini menunjukkan bahwa diplomasi tidak lagi terbatas pada aspek politik dan ekonomi, melainkan juga melibatkan pertukaran pengetahuan dan inovasi teknologi.

Pentingnya diplomasi sains dan teknologi Indonesia tidak bisa dilepaskan dari peran aktif berbagai kementerian dan lembaga. Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) RI misalnya, kini memiliki Direktorat Jenderal Kerja Sama Multilateral yang salah satu fokusnya adalah kerja sama IPTEK.

Sementara itu, Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) telah memainkan peran sentral dalam merumuskan agenda riset nasional yang terbuka terhadap kolaborasi internasional. BRIN juga membuka pintu bagi peneliti asing untuk bekerja bersama ilmuwan Indonesia, dengan pendekatan mutual benefit dan transparansi.

Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) juga mendorong program “Indonesian International Student Mobility Awards (IISMA)” dan skema pertukaran dosen serta peneliti. Langkah-langkah ini memperkuat jaringan riset dan memperluas cakrawala akademik generasi muda Indonesia.


Kesimpulan: Diplomasi Sains dan Teknologi Indonesia Kunci Masa Depan Kolaboratif

Kerja sama sains dan teknologi antara Indonesia dan Australia mencerminkan visi bersama untuk masa depan yang lebih inklusif, berkelanjutan, dan berbasis inovasi. Diplomasi Sains dan Teknologi Indonesia bukan hanya alat kerja sama, tetapi juga jalan menuju kemandirian teknologi nasional.

Dengan komitmen kedua negara yang terus menguat, kolaborasi ini diperkirakan akan membuka lebih banyak peluang riset, menciptakan lapangan kerja baru, serta memperkuat posisi Indonesia dalam peta inovasi global.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *